1. Home
  2. ยป
  3. Wow!
26 November 2024 11:07

Sosok Alwin Jabarti Kiemas, tersangka judi online yang viral disebut kerabat Megawati

PDIP membantah Alwin Jabarti Kiemas adalah kerabat Megawati ataupun kader partai Editor
foto: Liputan6.com

Kasus judi online kembali mencuri perhatian publik setelah Polda Metro Jaya menetapkan Alwin Jabarti Kiemas sebagai salah satu tersangka utama. Nama Alwin mendadak viral ketika disebut-sebut memiliki hubungan keluarga dengan Presiden RI ke-5, Megawati Soekarnoputri. Namun, klaim ini langsung dibantah oleh pihak terkait.

Penangkapan Alwin berawal dari perannya sebagai CEO PT Djelas Tandatangan Bersama (TekenAja), di mana ia diduga terlibat dalam pengelolaan situs judi online. Dalam konferensi pers, aparat menjelaskan bagaimana Alwin dan dua tersangka lainnya memanipulasi sistem pemblokiran situs yang melibatkan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

BACA JUGA :
Dukung upaya pemerintah berantas judi online, Kemenag siapkan naskah khotbah Jumat


Spekulasi mengenai hubungan Alwin dengan tokoh politik besar seperti Megawati memicu respons publik. PDI-P segera angkat bicara untuk meluruskan informasi yang beredar, menuding bahwa kasus ini dipolitisasi menjelang Pilkada 2024.

Kronologi Penangkapan Alwin Jabarti Kiemas

Penyelidikan terhadap Alwin dimulai setelah Polda Metro Jaya mendeteksi aktivitas mencurigakan dalam situs-situs judi online. Menurut Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Wira Satya Triputra, Alwin diduga terlibat dalam proses verifikasi situs agar lolos dari pemblokiran Komdigi.

BACA JUGA :
3.455 Rekening diblokir terkait kasus judi online pegawai Komdigi

"Benar, tersangka berinisial AJ adalah Alwin Jabarti Kiemas," ujar Wira dalam konferensi pers pada Senin (25/11/2024). Penyelidikan juga mengungkap peran Alwin sebagai penghubung antara operator judi dengan pihak-pihak tertentu di Komdigi.

Alwin bekerja sama dengan dua tersangka lainnya, yaitu M alias A dan AK. Peran ketiga tersangka ini cukup terstruktur, dengan Alwin sebagai pihak yang memimpin dan mengatur strategi mereka.

Bantahan PDI-P: Hubungan keluarga dengan Megawati

Kabar yang menyebut Alwin sebagai keponakan Megawati langsung dibantah oleh Ketua DPP PDI-P Bidang Hukum Nasional, Ronny Talapessy. Dalam pernyataan resmi, Ronny menegaskan bahwa Alwin bukanlah keluarga maupun kader partai.

"Yang bersangkutan bukan keluarga dan juga bukan kader PDI Perjuangan," kata Ronny.

Pernyataan ini muncul setelah akun media sosial @PartaiSocmed mengunggah klaim yang menyebut Alwin memiliki hubungan dekat dengan Megawati.

Lebih lanjut, Juru Bicara PDI-P, Chico Hakim, mencurigai adanya unsur politisasi dalam penyebaran informasi ini. Menurutnya, momen pengungkapan kasus yang bertepatan dengan masa tenang Pilkada 2024 menimbulkan tanda tanya besar.

Jejak digital dan karier Alwin Jabarti Kiemas

Sebelum tersandung kasus hukum, Alwin dikenal sebagai sosok yang sukses di dunia digital. Ia merupakan CEO PT Djelas Tandatangan Bersama atau TekenAja, perusahaan yang menyediakan layanan tanda tangan digital.

Karier Alwin dimulai di sektor perbankan, bekerja di HSBC dan Citibank dengan posisi strategis, sebelum mendirikan sejumlah perusahaan rintisan seperti BalitaKita.com dan Verijelas. TekenAja, yang ia dirikan pada 2020, telah bekerja sama dengan beberapa lembaga pemerintahan dan BUMN, termasuk Komdigi.

Melalui Instagram resmi TekenAja, terungkap bahwa lembaga seperti Direktorat Jenderal Pajak, BNI, dan Telkomsigma juga bermitra dengan perusahaan ini. Kepercayaan terhadap Alwin tampaknya cukup besar hingga kasus ini mencuat.

Peran Alwin dalam kasus judi online Komdigi

Menurut Kapolda Metro Jaya, Irjen Karyoto, Alwin berperan dalam menyaring situs-situs judi agar tidak terblokir. Ia diduga memanfaatkan posisinya di perusahaan digital untuk memanipulasi sistem Komdigi.

"Satu orang merekrut dan mengoordinasi tersangka lainnya, khususnya M alias A, AK, dan AJ," ujar Karyoto. Strategi ini memungkinkan situs-situs judi online tetap beroperasi meskipun melanggar hukum.

Alwin juga disebut menjalin hubungan dengan beberapa pihak yang memiliki pengaruh di Komdigi, memunculkan spekulasi tentang kemungkinan adanya kolaborasi yang lebih luas dalam kasus ini.

Reaksi publik dan potensi politisasi kasus

Publik merespons kasus ini dengan antusiasme besar, terutama setelah nama Megawati ikut terseret dalam polemik. Banyak pihak menduga bahwa kasus ini digunakan untuk menyerang PDI-P menjelang Pilkada.

"Kasus Alwin Jabarti Kiemas yang baru diungkap pada masa tenang setelah ditahan sebulan sebelumnya adalah contoh nyata politisasi hukum," kata Chico Hakim.

Sementara itu, akun media sosial yang menyebarkan kabar tak terverifikasi tentang hubungan Alwin dengan Megawati terancam dilaporkan ke polisi. Ketua DPP PDI-P menyebut langkah hukum akan ditempuh untuk menindak penyebaran hoaks tersebut.

Source: liputan6.com / Nisa Mutia Sari
Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang dengan bantuan Artificial Intelligence dengan pemeriksaan dan kurasi oleh Editorial.

SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
RELATED
MOST POPULAR
Today Tags