Brilio.net - Zakat Fitrah adalah salah satu bentuk zakat yang wajib dikeluarkan oleh setiap Muslim pada bulan Ramadan sebelum pelaksanaan salat Idul Fitri. Zakat ini memiliki tujuan yang mendalam dalam memperkuat ikatan sosial, membersihkan jiwa, serta membantu sesama yang membutuhkan.
Zakat Fitrah memiliki landasan dalam ajaran agama Islam yang ditemukan dalam Al Quran dan Hadis. Konsepnya didasarkan pada pemahaman bahwa setiap Muslim berkewajiban membantu sesama yang kurang mampu, terutama pada saat bulan Ramadan sebagai wujud syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT. Zakat Fitrah juga dimaknai sebagai cara untuk membersihkan jiwa dari kesalahan dan dosa yang terjadi selama bulan puasa.
Zakat Fitrah bukan hanya sekadar kewajiban keagamaan, tetapi juga merupakan sarana untuk membersihkan jiwa, memperkuat solidaritas sosial, dan membantu mereka yang kurang beruntung. Dengan memahami konsep, hikmah, dan tata cara zakat fitrah, umat Muslim dapat melaksanakannya dengan penuh kesadaran dan keikhlasan. Semoga zakat fitrah yang dibayarkan dapat menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan membantu sesama umat manusia.
Zakat ini memiliki tata cara mulai dari jumlah, hukum distribusi hingga waktu pembayarannya. Ketentuan dan peraturan tersebut didapatkan dari syari'at agama Islam yang telah disepakati. Hukum waktu melakukan pembayaran zakat fitrah terbagi menjadi beberapa macam, seperti mubah, sunnah, wajib, makruh, hingga haram.
Waktu pembayaran zakat fitrah pada umumnya dimulai sejak tanggal 1 Ramadhan hingga tanggal 1 Syawwal. Lalu ada beberapa kisaran waktu tertentu yang menjadi anjuran Rasullah SAW saat hendak melakukan pembayaran zakat fitrah. Jika kamu ingin mengetahui informasi seputar waktu pelaksanaan pembayaran zakat fitrah secara lebih spesifik, bisa kamu lihat informasinya dibawah ini. Seperti dilansir brilio.net dari berbagai sumber, Kamis (4/4).
5 Waktu pembayaran zakat fitrah.
foto: freepik.com
Sebelum melakukan pembayaran zakat fitrah, alangkah lebih baiknya kamu mengetahui tentang kriteria waktu-waktu yang memiliki hukum berdasarkan syari'at Islam. Didalamnya tertuang berbagai hukum mengenai waktu pembayaran zakat, dimulai dari mubah hingga haram. Adapun hadits Nabi Muhammad yang mengkisahkan perkara ini telah diriwayatkan Abu Dawud dan Ibnu Majah.
Hadits ini berbunyi, “Rasulullah mewajibkan zakat fitrah sebagai penyucian bagi orang yang berpuasa dari ucapan sia-sia dan ucapan keji, dan sebagai sarana memberikan makanan bagi orang miskin. Siapa saja yang membayarnya sebelum shalat Id, maka ia adalah zakat yang diterima. Tetapi siapa saja yang membayarnya setelah shalat Id, maka ia terhitung sedekah sunnah biasa.”
Berikut adalah 5 waktu pembayaran zakat fitrah yang perlu kamu ketahui.
1. Waktu mubah
Waktu mubah untuk melakukan pembayaran zakat dimulai sejak tanggal 1 bulan Ramadhan. Mubah adalah istilah didalam agama Islam yang diartikan sebagai boleh atau diperbolehkan. Hukum mubah juga merupakan pembolehan segala sesuatu karena tidak melanggar segala hukum syari'at Islam. Oleh dengan demikian, waktu mubah adalah waktu yang diperbolehkan. Setiap umat muslim diperbolehkan untuk melakukan pembayaran zakat fitrah terhitung sejak dijatuhkannya tanggal 1 Ramadhan. Adapun membayar zakat fitrah sebelum memasuki tanggal 1 Ramadhan artinya dilarang atau tidak diperbolehkan.
2. Waktu wajib
Waktu wajib untuk menunaikan zakat fitrah yaitu pada akhir beberapa hari terakhir di bulan Ramadhan hingga tanggal 1 Syawwal. Dalam agama Islam, segala hal yang merujuk kepada hukum wajib merupakan kegiatan yang harus dikerjakan dan tidak boleh ditinggalkan. Apabila kamu mengerjakan amalan wajib, niscaya kamu mendapatkan pahala, dan jika kamu meninggalkannya, kamu mendapatkan dosa. Dengan demikian waktu yang diharuskan untuk melunasi zakat fitrah adalah beberapa hari terakhir di bulan Ramadhan, terhitung 10 hari terakhir, hingga tanggal 1 Syawal.
Kamu dibebaskan memilih salah satu waktu diantara ketentuan tersebut. Barangsiapa yang memiliki kecukupan untuk melunasi zakat fitrah dalam rentang waktu tersebut, diwajibkan menyisihkan sedikit hartanya untuk membayar zakat. Pembayaran zakat fitrah dapat dilakukan untuk diri sendiri, pasangan, keluarga, ataupun perwakilan orang lain. Yang terpenting adalah keabsahannya dan juga niat membayar zakat fitrah untuk mendapatkan ridho-Nya.
(mgg/Zidan Fajri)
3. Waktu sunnah
foto: freepik.com
Waktu yang disunnahkan untuk membayar zakat fitrah adalah waktu setelah sholat shubuh hingga sebelum dimulainya sholat Idul Fitri. Dalam agama Islam, segala hal yang merujuk kepada perilaku, perkataan, serta perintah dari Nabi Muhammad SAW adalah sunnah. Sunnah merupakan tingkatan kedua setelah wajib, dengan begitu makna dari sunnah adalah jika amalan tersebut dilakukan akan mendapat pahala, dan jika amalan tersebut tidak dilakukan tidak mendapat apa-apa.
Lebih mudahnya, amalan sunnah adalah amalan yang dianjurkan Rasulullah SAW untuk umat Islam amalkan. Adapun waktu yang dianjurkan Rasulullah SAW untuk membayar zakat fitrah yaitu dimulai setelah selesainya sholat maghrib pada hari terakhir bulan Ramadhan hingga dimulainya sholat Idul Fitri. Saat kumandang takbiran terdengar di penjuru negeri, maka hendaklah kamu segera menunaikan zakat fitrah.
4. Waktu makruh
Waktu yang dimakruhkan untuk membayar zakat fitrah adalah waktu setelah selesainya sholat Idul Fitri hingga tanggal 1 Syawwal selesai. Dalam agama Islam, Makruh merupakan segala perbuatan yang tidak diharamkan/tidak dilarang secara mutlak karena melanggar syari'at Islam, namun dianjurkan untuk tidak dilakukan karena berpotensi dapat mengarah kepada hal-hal yang diharamkan atau merugikan orang lain.
Oleh karena itu, barang siapa yang mengerjakan makruh tidak akan mendapat ganjaran apa-apa, sedangkan mereka yang meninggalkan perbuatan makruh akan mendapatkan pahala. Adapun waktu yang masih diperbolehkan untuk membayar zajat fitrah, namun lebih baik dikerjakan sebelum waktu tersebut, terhitung setelah usainya dilaksanakan sholat Idul Fitri, hingga tiba azan maghrib di tanggal 1 Syawwal. Barang siapa yang hendak membayar zakat fitrah diluar ketentuan waktu tersebut, termasuk kedalam haram.
5. Waktu haram
Waktu yang diharamkan untuk membayar zakat fitrah adalah setelah tanggal 1 Syawwal berakhir. Dalam agama Islam, haram adalah hukum untuk segala perbuatan yang dilarang untuk dikerjakan. Alasannya yakni karena perbuatan tersebut tidak sesuai atau malah telah melanggar dari syari'at-syari'at islam yang telah ditetapkan. Barang siapa yang melakukan perbuatan yang diharamkan, niscaya dirinya akan mendapatkan dosa dan amalannya tidak diterima.
Oleh karena itu, bagi umat muslim agar tidak membayar zakat fitrah melebihi tanggal 1 Syawal. Jika ada yang tetap berkeinginan menyisihkan sebagian hartanya setelah berakhirnya waktu zakat, maka amalan tersebut akan tercatat sebagai sedekah.
Itulah artikel tentang 5 waktu pembayaran zakat fitrah. Harapannya, setelah kamu mengetahui informasi seputar waktu pembayaran zakat fitrah, kamu dapat melunasi ibadah tersebut sesuai pada waktu yang dianjurkan. Alangkah lebih baik jika kamu menunaikannya pada waktu yang disunnahkan, dan sebaiknya kamu menghindari waktu yang dimakruhkan hingga diharamkan. Semoga informasi ini bermanfaat ya!
Recommended By Editor
- 7 Ide menu makan siang ala rumahan, lezat, tidak bikin bosan dan mudah dibuat
- Niat zakat fitrah beserta tata cara menunaikannya, untuk diri sendiri ataupun orang lain
- 9 Resep makanan tradisional Indonesia, enak, sederhana, dan mudah dibuat di rumah
- Bacaan niat zakat fitrah untuk keluarga dan diri sendiri, tata cara serta keutamaannya
- 10 Resep masakan Jepang yang enak dan mudah dibuat di rumah
- Doa menerima zakat fitrah beserta terjemahan dan syaratnya
- Doa zakat fitrah untuk diri sendiri dan keluarga, lengkap dengan arti
- Pengertian zakat menurut syariat Islam dan tujuan pelaksanaannya