Brilio.net - Bagi kamu yang kecimpung di dunia usaha terutama bagi para akuntan pasti nggak asing lagi dengan istilah laba rugi. Yup, laba rugi merupakan bagian dari laporan keuangan yang sangat penting untuk diketahui. Pasalnya melalui laporan keuangan ini suatu perusahaan dapat mengembangkan usaha serta masa depan perusahaan.

Sebagai bagian penting dari laporan keuangan, laba rugi merupakan salah satu indikator kinerja keuangan perusahaan yang menunjukkan seberapa besar keuntungan atau kerugian yang diperoleh perusahaan dalam suatu periode. Selain itu, laba rugi juga merupakan dasar untuk menghitung pajak penghasilan perusahaan. Oleh karena itu, setiap perusahaan harus mengetahui rumus laba rugi dan cara menghitungnya dengan benar.

Tak hanya sebuah perusahaan besar, tetapi bagi kamu bisnis owner perlu banget lho memahami cara menghitung laba rugi ini. Meski tak semahir akuntan profesional, kamu perlu memperdalam pengetahuan dalam mengelola laporan keuangan yang baik dan benar. Tujuannya agar bisa mengevaluasi sekaligus mengembangkan bisnis yang lebih besar lagi.

Lantas seperti apa sih cara membuat laporan laba rugi perusahaan tersebut? Yuk simak ulasan dalam artikel ini sebba brilio.net mengupas tuntas rumus laba rugi perusahaan, lengkap dengan pengertian, tujuan, komponen dan cara menghitungnya. Dilansir dari berbagai sumber pada Jumat (2/2).

Apa itu laporan laba rugi?

Rumus laba rugi perusahaan dan cara menghitungnya © 2024 brilio.net

foto: freepik.com

Laporan laba rugi merupakan salah satu laporan keuangan yang paling penting bagi perusahaan. Laporan ini menyajikan informasi tentang pendapatan, beban, dan laba atau rugi perusahaan selama periode waktu tertentu.

Yup, bisa dibilang melalui laporan laba rugi perusahaan menjadi alat penting untuk mengukur bagaimana kinerja suatu perusahaan. Dengan laporan ini, perusahaan dapat mengetahui apakah perusahaan mengalami keuntungan atau kerugian, dan bagaimana kinerja perusahaan dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Tak hanya itu saja, laporan laba rugi perusahaan juga dapat membantu perusahaan dalam pengambilan keputusan. Misalnya, laporan laba rugi dapat digunakan untuk menentukan apakah perusahaan perlu melakukan ekspansi, meningkatkan produksi, maupun mengurangi biaya tertentu.

Selain itu, laporan laba rugi perusahaan juga dapat meningkatkan transparansi perusahaan. Laporan ini memberikan informasi kepada pihak-pihak yang berkepentingan, seperti investor, kreditur, dan pemerintah, tentang kinerja perusahaan.

Berdasarkan penjabaran tersebut, dapat disimpulkan laporan laba rugi perusahaan merupakan laporan keuangan yang penting bagi perusahaan. Laporan ini memberikan informasi yang penting tentang kinerja perusahaan, yang dapat digunakan untuk mengukur kinerja, pengambilan keputusan, dan meningkatkan transparansi perusahaan.

Tujuan laba rugi perusahaan.

Rumus laba rugi perusahaan dan cara menghitungnya © 2024 brilio.net

foto: freepik.com

Dari pengertian tersebut, dapat dipahami bahwa laporan laba rugi ialah salah satu laporan keuangan yang menunjukkan kinerja maupun profitabilitas perusahaan dalam periode tertentu. Ada beberapa tujuan dari pembuatan laporan laba rugi, antara lain:

1. Memberikan informasi tentang pendapatan, beban, dan laba atau rugi bersih perusahaan kepada pemegang saham, investor, kreditor, dan pihak lain yang berkepentingan.

2. Menjadi bahan evaluasi dan pengambilan keputusan bagi manajemen perusahaan untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan kualitas operasi perusahaan.

3. Menjadi dasar perhitungan pajak penghasilan perusahaan dan pembagian dividen kepada pemegang saham.

4. Menjadi tolok ukur kinerja perusahaan dengan perusahaan sejenis maupun dengan standar industri.

 

Komponen laba rugi perusahaan.

Rumus laba rugi perusahaan dan cara menghitungnya © 2024 brilio.net

foto: freepik.com

Tak hanya pengertian dan tujuan pembuatan laporan laba rugi perusahaan. Kamu perlu mengetahui apa saja komponen yang terdapat dalam komponen laba rugi perusahaan. Komponen laba rugi merupakan elemen atau unsur-unsur yang terdapat dalam suatu laporan laba rugi, yaitu terdiri dari pendapatan, beban, laba, maupun kerugian.  Untuk memahaminya kamu bisa menyimak ulasan dibawah ini!

1. Pendapatan

Pendapatan adalah arus masuk sumber daya ekonomi selama periode akuntansi yang timbul dari aktivitas utama perusahaan. Misalnya, pendapatan penjualan untuk perusahaan dagang, pendapatan jasa untuk perusahaan jasa, dan pendapatan bunga untuk perusahaan keuangan. Pendapatan dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis, yaitu:

- Pendapatan penjualan adalah pendapatan yang timbul dari penjualan barang atau jasa kepada pelanggan.

- Pendapatan jasa ialah pendapatan yang timbul dari pemberian jasa kepada pelanggan.

- Pendapatan bunga yaitu pendapatan yang timbul dari pemberian pinjaman kepada pihak lain.

- Pendapatan dividen merupakan pendapatan yang timbul dari kepemilikan saham di perusahaan lain.

- Pendapatan sewa sebagai pendapatan yang timbul dari pemberian hak penggunaan aset kepada pihak lain.

- Pendapatan lain-lain ialah pendapatan yang tidak termasuk dalam kategori-kategori di atas.

2. Beban

Beban merupakan arus keluar sumber daya ekonomi selama periode akuntansi yang timbul dari aktivitas utama perusahaan. Misalnya, biaya penjualan, biaya administrasi, dan biaya umum. Beban perusahaan dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis, yaitu:

- Biaya penjualan, biaya yang dikeluarkan untuk mendukung kegiatan penjualan.

- Biaya administrasi yaitu biaya yang dikeluarkan untuk mendukung kegiatan administrasi dan umum.

- Biaya umum merupakan biaya yang dikeluarkan untuk mendukung kegiatan umum perusahaan.

- Beban bunga ialah biaya yang dikeluarkan untuk pembayaran bunga atas pinjaman yang diterima.

- Beban penyusutan sebagai biaya yang dikeluarkan untuk amortisasi aset tetap.

- Beban lain-lain adalah beban yang tidak termasuk dalam kategori-kategori di atas.

3. Laba atau rugi

Selanjutnya laba atau rugi merupakan selisih antara pendapatan dan beban perusahaan selama periode waktu tertentu. Jika pendapatan lebih besar dari beban, maka perusahaan mengalami laba. Sebaliknya, jika beban lebih besar dari pendapatan, maka perusahaan mengalami rugi/kerugian.

Laba rugi perusahaan dapat dihitung dengan menggunakan dua metode, yaitu:

- Metode single step

- Metode multiple step

Metode single step ialah metode yang paling sederhana untuk menghitung laba rugi perusahaan. Metode ini hanya menggabungkan pendapatan dan beban secara langsung untuk menghitung laba rugi.

Adapun rumus laba rugi perusahaan dengan metode single step yaitu:

Laba Rugi = Pendapatan - Beban

Sedangkan, metode multiple step merupakan metode yang lebih kompleks untuk menghitung laba rugi perusahaan. Metode ini membagi pendapatan dan beban menjadi beberapa kategori untuk memberikan informasi yang lebih detail tentang kinerja perusahaan.

Rumus laba rugi perusahaan dengan metode multiple step, yakni:

Laba Rugi = Pendapatan Operasional - Beban Operasional + Pendapatan Non Operasional - Beban Non Operasional

Keterangan:

- Pendapatan Operasional adalah pendapatan yang dihasilkan dari aktivitas utama perusahaan. Misalnya, pendapatan penjualan untuk perusahaan dagang, pendapatan jasa untuk perusahaan jasa, dan pendapatan bunga untuk perusahaan keuangan.

- Beban Operasional adalah beban yang dikeluarkan untuk mendukung aktivitas utama perusahaan. Misalnya, biaya penjualan, biaya administrasi, dan biaya umum.

- Pendapatan Non Operasional adalah pendapatan yang dihasilkan dari aktivitas di luar aktivitas utama perusahaan. Misalnya, pendapatan dividen, pendapatan sewa, dan keuntungan penjualan aset tetap.

- Beban Non Operasional adalah beban yang dikeluarkan untuk aktivitas di luar aktivitas utama perusahaan. Misalnya, biaya kerugian penjualan aset tetap, biaya kerugian kredit macet, dan biaya bunga.

Contoh soal tentang rumus laba rugi perusahaan dan penyelesaiannya.

Rumus laba rugi perusahaan dan cara menghitungnya © 2024 brilio.net

foto: freepik.com

Soal 1

Pada tahun 2023, PT ABC memiliki pendapatan sebesar Rp1.000.000.000,- dan beban sebesar Rp800.000.000,-. Hitunglah laba bersih PT ABC pada tahun 2023!

Penyelesaian:

Laba bersih = Pendapatan - Beban

= Rp1.000.000.000,- - Rp800.000.000,-

= Rp200.000.000,-

Jadi, laba bersih PT ABC pada tahun 2023 adalah Rp200.000.000,-

Soal 2

Pada tahun 2023, PT XYZ memiliki pendapatan operasional sebesar Rp500.000.000,- dan beban operasional sebesar Rp400.000.000,-. Selain itu, PT XYZ juga memiliki pendapatan non-operasional sebesar Rp50.000.000,- dan beban non-operasional sebesar Rp20.000.000,-. Hitunglah laba bersih PT XYZ pada tahun 2023!

Penyelesaian:

Laba kotor = Pendapatan operasional - Beban operasional

= Rp500.000.000,- - Rp400.000.000,-

= Rp100.000.000,-

Laba bersih = Laba kotor + Pendapatan non-operasional - Beban non-operasional

= Rp100.000.000,- + Rp50.000.000,- - Rp20.000.000,-

= Rp130.000.000,-

Jadi, laba bersih PT XYZ pada tahun 2023 adalah Rp130.000.000,-

Soal 3

Pada tahun 2023, PT ABCD memiliki pendapatan penjualan sebesar Rp1.500.000.000,- dan beban penjualan sebesar Rp500.000.000,-. Selain itu, PT ABCD juga memiliki biaya administrasi dan umum sebesar Rp300.000.000,-. Hitunglah laba kotor PT ABCD pada tahun 2023!

Penyelesaian:

Laba kotor = Pendapatan penjualan - Beban penjualan

= Rp1.500.000.000,- - Rp500.000.000,-

= Rp1.000.000.000,-

Jadi, laba kotor PT ABCD pada tahun 2023 adalah Rp1.000.000.000,-

Soal 4

Pada tahun 2023, PT KLMN memiliki pendapatan operasional sebesar Rp800 juta dan beban operasional sebesar Rp600 juta. Selain itu, PT KLMN juga memiliki pendapatan non-operasional sebesar Rp100 juta dan beban non-operasional sebesar Rp50 juta. PT KLMN dikenakan pajak penghasilan sebesar 25%. Hitunglah laba bersih PT KLMN setelah pajak pada tahun 2023!

Penyelesaian:

1. Hitung Laba Operasional:

Laba Operasional = Pendapatan Operasional - Beban Operasional

= Rp800 juta - Rp600 juta

= Rp200 juta

2. Hitung Laba Sebelum Pajak:

Laba Sebelum Pajak = Laba Operasional + Pendapatan Non-Operasional - Beban Non-Operasional

= Rp200 juta + Rp100 juta - Rp50 juta

= Rp250 juta

3. Hitung Pajak Penghasilan:

Pajak Penghasilan = Laba Sebelum Pajak * Tarif Pajak

= Rp250 juta * 25%

= Rp62,5 juta

4. Hitung Laba Bersih Setelah Pajak:

Laba Bersih Setelah Pajak = Laba Sebelum Pajak - Pajak Penghasilan

= Rp250 juta - Rp62,5 juta

= Rp187,5 juta

Jadi, laba bersih PT KLMN setelah pajak pada tahun 2023 adalah Rp187,5 juta.


Soal 5

Pada tahun 2023, PT HIJA memiliki pendapatan penjualan sebesar Rp3.000.000.000,- dan beban penjualan sebesar Rp1.000.000.000,-. Selain itu, PT HIJA juga memiliki biaya administrasi dan umum sebesar Rp1.000.000.000,- dan beban bunga sebesar Rp500.000.000,-. PT HIJA juga memiliki pendapatan dividen sebesar Rp200.000.000,-. Hitunglah laba bersih PT HIJA pada tahun 2023!

Penyelesaian:

Laba kotor = Pendapatan penjualan - Beban penjualan

= Rp3.000.000.000,- - Rp1.000.000.000,-

= Rp2.000.000.000,-

Laba usaha = Laba kotor - Beban administrasi dan umum

= Rp2.000.000.000,- - Rp1.000.000.000,-

= Rp1.000.000.000,-

Laba bersih = Laba usaha - Beban bunga + Pendapatan dividen

= Rp1.000.000.000,- - Rp500.000.000,- + Rp200.000.000,-

= Rp700.000.000,-

Jadi, laba bersih PT HIJA pada tahun 2023 adalah Rp700.000.000,-

Soal 6

Pada tahun 2023, PT IJK memiliki pendapatan penjualan sebesar Rp4.000.000.000,- dan beban penjualan sebesar Rp1.500.000.000,-. Selain itu, PT IJK juga memiliki biaya administrasi dan umum sebesar Rp1.500.000.000,- dan beban bunga sebesar Rp500.000.000,-. PT IJK juga memiliki kerugian penjualan aset tetap sebesar Rp200.000.000,-. Hitunglah laba bersih PT IJK pada tahun 2023!

Penyelesaian:

Laba kotor = Pendapatan penjualan - Beban penjualan

= Rp4.000.000.000,- - Rp1.500.000.000,-

= Rp2.500.000.000,-

Laba usaha = Laba kotor - Beban administrasi dan umum

= Rp2.500.000.000,- - Rp1.500.000.000,-

= Rp1.000.000.000,-

Laba sebelum pajak = Laba usaha - Beban bunga

= Rp1.000.000.000,- - Rp500.000.000,-

= Rp500.000.000,-

Laba bersih = Laba sebelum pajak - Kerugian penjualan aset tetap

= Rp500.000.000,- - Rp200.000.000,-

= Rp300.000.000,-

Jadi, laba bersih PT IJK pada tahun 2023 adalah Rp300.000.000,-